Blue Flower Design Pointer Kelompok 4 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Senin, 23 April 2012

BAB 5. NILAI,ETIKA,MORAL,NORMA DAN HUKUM


A. Hakikat Nilai Moral dalam Kehidupan Manusia
1. Pengertian Nilai, Etika, Moral, Norma dan Hukum
·         Nilai
Merupakan prinsip umum tingkah laku abstrak yang ada dalam pikiran anggota-anggota kelompok yang merupakan komitmen yang positif dan standar untuk mempertimbangkan tindakan dan tujuan tertentu. Fungsi nilai adalah sebagai pedoman, pendorong tingkah laku manusia dalam hidup.

·         Etika
Berasal dari kata Ethos (Yunani) yang artinya adat kebiasaan. Istilah Etika digunakan untuk menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian baik buruknya perilaku manusia atau berisi tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral.

·         Moral
Berasal dari kata Mos, Miros (Yunani) yang artinya adat kebiasaan. Istilah Mora digunakan untuk menunjukan aturan dan norma yang lebih konkret bagi penilaian baik buruknya perilaku manusia. Ajaran moral berisi nasehat-nasehat konkret supaya manusia hidup lebih baik.

·         Norma
Merupakan kaidah atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah laku yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat, artinya seseorang wajib menaati semua aturan yang berlaku di lingkungannya.

·         Hukum
Adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengurusi tata tertib suatu masyarakat dan harus ditaati oleh masyarakat tersebut. Hukum berisi sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar peraturan-peraturan tersebut.
Norma-norma dalam kehidupan :
1. Norma Agama
2. Norma Masyarakat/Sosial
3. Norma Kesusilaan
4. Norma Hukum


Ciri-ciri Nilai
1. Bersifat abstrak yang ada dalam kehidupan manusia
2. Memiliki sifat normative
3. Berfungsi sebagai daya dorong atau motivator dan manusia adalah pendukung nilai.
2. Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma, dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara
Proses terbentuknya nilai, etika, moral, norma, dan hukum merupakan proses yang berjalan melalui suatu kebiasaan untuk berbuat baik, suatu disposisi bathin untuk berbuat baik yang tertanam karena dilatihkan, suatu kesiapsediaan untuk bertindak secara baik, dan kualitas jiwa yang baik dalam membantu kita untuk hidup secara teratur.
3. Dialektika Hukum dan Moral dalam Masyarakat dan Negara
Hukum dapat dikatakan adil atau tidak tergantung dari wilayah penilaian moral. Hukum disebut adil bila secara moral memang adil. Norma moral dan norma hukum bukan hanya ditentukan oleh norma moral maupun hukum. Hukum tidak bisa menilai dirinya sendiri apakah hukum itu adil atau tidak, namun hukum sendiri harus menilai bahwa semestinya sifat dari hukum itu adalah adil.
4. Perwujudan Nilai, Etika, Moral, Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara
Perwujudan nilai-nilai, etika, moral dan norma dalam keyakinan iman bisa saja diterapkan sebagai hukum bila norma moral yang terkandung di dalamnya bersifat universal. Oleh karena itu, etika, moral, nilai dan norma sering menjadi tuntunan dalam kehidupan masyarakat supaya kita dapat bertingkah laku dengan baik.
5. Keadilan, Ketertiban, dan Kesejahteraan Masyarakat sebagai Wujud Masyarakat Bermoral dan Menaati Hukum
Aristoteles memberikan contoh keutamaan moral, yaitu:
1). Keberanian, yaitu orang dihindarkan dari sifat nekat dan pengecut.
2). Ugahari (prinsip secukupnya, kesederhanaan, empan papan), yaitu orang dihindarkan dari kelaparan dan kekenyangan.
3). Keadilan.
6. Nilai Moral sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan
Kebudayaan memiliki 3 dimensi, yaitu hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Orang yang bermoral adalah orang yang berbudaya. Moral diperlukan untuk memahami kehidupan yang baik, khususnya dalam hubungan horizontal antar sesama.
7. Nilai Moral sebagai Sumber Budaya
Kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud :
a. Keseluruhan ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya yang berfungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah pada kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat yang disebut adat tata kelakuan.
b. Keseluruhan aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat yang disebut sistem sosial.
c. Benda hasil karya manusia, benda-benda hasil karya manusia disebut kebudayaan fisik, misalnya pabrik baja, candi Borobudur.
8. Nilai Budaya sebagai Rujukan Nilai Budaya
9. Nilai Budaya sebagai Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa
10.Nilai Moral sebagai Hasil Penilaian
11. Nilai Moral sebagai Nilai Objektif dan Subjektif Bangsa
12. Nilai Moral sebagai Kebudayaan dan Peradaban sebagai Nilai Masyarakat
PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL
1. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam pembinaan Nilai Moral
            Keluarga berperan sangat penting bagi pembinaan nilai moral anak. Hal ini karena dalam keluargalah, pendidikan pertama dan utama anak sebelum memasuki dunia pendidikan dan masyarakat. Kehidupan keluarga yang baik akan mempengaruhi perkembangan jiwa dan nilai moral anak ke arah yang baik, begitu pula sebaliknya.
2. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral
            Pengaruh pergaulan dengan teman sebaya sangat mempengaruhi sikap dan perilaku generasi muda dalam hal moralnya. Berteman dengan teman yang tidak baik sikap dan perilakunya juga tutur katanya akan menyebabkan anak akan cepat meniru hal-hal negative, sebaliknya jika berteman dengan orang yang senantiasa berbuat baik juga akan menyebabkan anak meniru hal-hal positif tersebut.
3. Pengaruh Figur Otoritas Terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu
            Figur otoritas harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Pengaruh figure otoritas terhadap perkembangan nilai moral individu sangat besar pengaruhnya. Figur masyarakat seperti presiden, pejabat pemerintah, maupun artis idola harus memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari karena berpengaruh terhadap pembinaan mental dan norma generasi muda.
4. Pengaruh Media Telekomunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral
            Pengaruh media telekomunikasi akhir-akhir ini memang cukup memprihatinkan di kalangan generasi muda. Penyalahgunaan sarana telekomunikasi yang seharusnya digunakan sesuai fungsinya ini cukup mempengaruhi sikap dan generasi muda kita. Perilaku pergaulan bebas dan seks bebas akhirnya merambah dengan begitu cepat di kalangan generasi muda.
5. Pengaruh Media Elektronik dan Internet terhadap Pembinaan Nilai Moral
            Media Elektronik dan internet menjadi sarana penyebarluasan globalisasi, yang mengandung unsur negative di dalamnya. Pengaruh negatif tersebut dapat mempengaruhi sikap dan pikiran generasi muda. Internet menjadi sarana utama penyebarluasan budaya luar yang bertentangan dengan nilai dan moral bangsa Indonesia.
MANUSIA DAN HUKUM
Dalam hidupnya, manusia tidak pernah terlepas dari hukum. Setiap sikap dan perilakunya termasuk tutur kata senantiasa ddiawasi dan dikontrol oleh hukum yang berlaku. Kehidupan manusia sehari-hari berjaan sesuai dengan hukum yang berlaku. Bagi manusia yang mematuhi yang tidak mematuhi hukum akan mendapat sanksi atau hukuman. Manusia yang sadar hukum akan selalu bersikap dan bertindak sesua dengan hukum yang berlaku. Manusia tersebut tidak akan main hukum sendiri dalam menyelesaikan suatu masalah.

BAB 4. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL


HakikatMasyarakatdanMaknaManusiasebagaiMakhlukSosial
ž  Manusiamempunyaikelebihandarisegibiologisdibandingkandenganbinatang,sebabmanusiamemiliki :
  1. Otakygbesardansusunansarafygkompleks
  2. Alatbersuaraygkhas
  3. Tangandanjari-jariygbebasdigerakan
  4. Anggotabadanygmemungkinkanmanusiautkberdiritegak
7 PokokPerbedaanTingkahLakuManusiadenganMakhlukLain :
  1. Sebagianbesarkelakuanmanusia di kuasaiolehakal, sdgkanhewanolehnalurinya.
  2. Sebagianbesarkehidupanmanusiadptberlangsungdgnbantuanperalatankerjasbghasilkerjaakal.
  3. Sebagianbesarkelakuanmanusiadidapatdandibiasakanmelalui proses belajarsedangpadahewanmelalui proses naluri.
  4. Manusiamempunyailambangbahasalisandantulissedangkanhewantidak.
5.   Pengetahuanmanusiabersifatakumulatifkarenamasyarakatberkembangdantelahmempunyaisistempembagian kerja.
6.   Sistemkerja di atursedemikianrupadenganketerampilanmasing-masing.
7.   Masyarakat(manusia) sangatberanekaragam.
Ruth Benedict menggambarkanwatakkebudayaandari 4 sukubangsasebagaiberikut :
  1. Suku Indian Kwakiult di Pantai Barat Canada yghidupsebagainelayan,memancarkansifatagresif,besarmulut,bersikappenyaing,dsb.
  1. SukuDobu di sebelah Tenggara Papua Nugini,memancarkantipumuslihat,kelicikan,dsb.
  1. Suku Indian Crow di daerah “preirei” yghidupberburu bison, memancarkansifat-sifatagresif,gemarkekerasan,dsb.
  2. Suku Indian Zuni di gurun New Mexico,yghidupbercocoktanam.


Perbedaanitudisebabkanoleh:
  1. Perbedaaniklim
  2. Perbedaandlmkulturalhistoris ( sejarahbudaya)
  3. Pengalamanbersama
  4. Pandanganmengenaialamraya
  5. Perkembanganilmudanteknologidlmkomunikasi
MaknaManusiaSeutuhnya
ManusiaadalahmakhluktertinggiciptaanTuhan
Dalamhubungandenganadanyamanusia,terdapatduatinjauanygcukupterkenal,yaitu :
*Dari TinjauanTeoritis (teori Darwin)
*Dari TinjauanKeagamaan (religius)
KedudukanManusiasbgMakhlukTuhan
a.MakhlukReligi
b.ManusiaBerstatussbgMakhlukIndividu
c.ManusiasbgMakhlukSosial
d.ManusiasbgMakhlukMiliu
e.ManusiasbgMakhlukygPercayaKepadaCausa Prima
KonsepdanTujuanSosialBudaya
v  LingkunganSosialBudaya
            Adalahsejumlahmanusia yang hidupberkelompokdansalingberinteraksiscrteraturgunamemenuhikepentinganbersama.
v  TujuanSosialBudaya
  1. Membentukdanmemeliharapersatuandankesatuanhidupbersamascrtertibdandamaisertasejahtera.
  2. Membentukdanmemeliharakehidupanrumahtanggalahirbathindalamikatanperkawinandanhubungandarah.
  3. Mewujudkankesejahteraanbersama
  4. Melayanikepentinganklienataukonsumenberdasarkankeahlianprofesional.
KebutuhanManusia
ž  Kebutuhanjasmani (kebutuhanfisik)
ž  Kebutuhanrohani (kebutuhankejiwaan)
ž  Kebutuhanbiologis
ž  Pemenuhankebutuhan
StrukturSosial
ž  Merupakanhubungantimbalbalikantarposisi-posisisosialdanantaraperan-peran.
ž  Unsur-unsurstruktursosial :
  1. Kelompok-kelompoksosial
  2. Kebudayaan
  3. Lembagasosial
  4. Stratifikasisosial
  5. Kekuasaandanwewenang
SistemSosial
ž  Terbentuknyamasyarakatsebagaisuatusistemsosial yang terdiriatasstruktursosialdansistemsosial.
ž  Masyarakatadalahsekelompokmanusia yang hidupdanbekerjasamadalamwaktu yang cukup lama untukmengaturdirimerekasertamenganggapdirimerekasebagaisuatukesatuansosial.
KelompokSosial
ž  MasyarakatPaguyuban
            Adalahkelompoksosial yang didasarkanpadaikatanbathinanggota-anggotanya.Didasarkanpada rasa cintakasihseperti yang terdapatpadakeluargakekerabatandanmasyarakatdesa.
ž  MasyarakatPatembayan
            Adalahkelompoksosial yang memilikihubunganfamili.Didasarkanpadanilaimaterilataukebendaanygbisadijumpai di kota-kotabesardannegaramaju.
Proses-proses Sosial
ž  Sosialisasi
            Merupakan proses ygmembantuindividumelaluibelajardanmenyesuaikandiri, bagaimanacarahidupdanberpikirkelompoknya agar dapatberperandanberfungsidalamkelompoknya.
ž  PengendalianSosial
            Merupakansuatu proses, baik yang direncanakanatautidakdirencanakandanbersifatmendidiksertamengajak, kalauperlumemaksaanggotamasyarakatuntukmematuhinorma-normadannilai-nilaisosial.
PerbedaanantaraMasyarakat Kota danMasyarakatDesa :
ž  Masyarakat Kota
            Adalahmasyarakatygtinggal di kota, bermatapencaharian di pemerintahaan, swasta, lebihmengutamakanperdagangandanindustri.
            Ciri-ciri:
  1. Individualis
  2. Semangatgotongroyonglonggar
  3. Sikaptertutup
  4. Pagarrumahtinggi, tertutuprapat
  5. Pergaulanterbataskecualiadarelasi (keluarga)
  6. Berobatkedokter

ž  MasyarakatDesa
            Adalahpendudukygberbuat di bidangpertanian, perikanan, peternakan, ataugabungandarisemuanya.Lebihmengenalpertanianterpadu, misalnyabertani.
            Ciri-ciri :
  1. Kebersamaan, kekeluargaan, danperasaansenasibsepenanggungan.
  2. Gotongroyongkuatdanberdisiplintinggi
  3. Keterbukaandansukamenolong
  4. Pagarrumahcukupterbukalebar
  5. Pergaulanluas, kebersamaan, lingkungandankeluargaterpeliharadanterjagadenganbaik
  6. Berobatketabibataudukun
HakikatMasyarakatdanMaknaManusiasebagaiMakhlukSosial
ž  MaknaIndividu
            Individuadalahmanusiaperseorangan.
ž  MaknaKeluarga
            Keluargamerupakansuatukesatuansosialygmempunyaisifat-sifattertentuygsama di manasajadalamsatuanmasyarakat.
            FungsiKeluarga :
  1. FungsiPelindung (proctection)
  2. FungsiEkonomi (economics)
  3. FungsiPendidikan (education)
  4. FungsiRekreasi (recreation)
  5. Fungsi Agama (religion)
PerubahandanStratifikasiSosial
ž  Stratifikasisosial
            Merupakantatananvertikalberbagailapisansosialberdasarkantinggirendahnyakedudukan (Hendropuspito  1999).
ž  Unsur-unsurdalamStratifikasiSosial :
  1. Status / kedudukan :
            a) Status yang diperoleh (ascribed status)
                        Diberikanpadaindividutanpamemperhatikan  kemampuandanperbedaansejaklahir.
            b) Status yang diraih (achieved status)
Dicapaiolehseseorangdengancaradisengaja, tidakdiberikankepadaindividusejaklahir.
2.      Peran (Role)
            Merupakanaspekdinamisdarikedudukanatau status, peranpelaksanaanhak-hakdankewajibansesuaidengankedudukanseseorang.
ž  TerjadinyaStratifikasiSosial
a)      Terjadisecaraalamiah (dengansendirinya)
b)      Terjadikarenabentukanuntukmencapaitujuanbersama.
c)      FungsiStratifikasiSosial
a)      Menjelaskankedudukanseseorangpadatempat-tempatnyadalammasyarakat.
b)      Terjadinyadistribusipenghargaan.
c)      Terjadinyaketertibandanpenertibansosialygterlembagakandalammasyarakat.
d)     Dasar-dasarstratifikasisosial.
ž              Faktor-faktorpembentukketidaksamaansosial :
            1. Ukurankekayaan
            2. Ukurankekuasaan
            3. Ukurankehormatan
            4. Ukuranilmupengetahuan
ž  SistemStratifikasiSosial
            1. Stratifikasitertutup
            2. Stratifikasiterbuka
            3. Stratifikasicampuran
Bentuk-bentukStratifikasiSosial
ž  Berdasarkankriteriaekonomi :
            Kelassosialatas, bawah, danmenengah
ž  Berdasarkankriteriasosial :
            Kelompoklapisantertinggidankelompoklapisanlebih.
ž  Berdasarkankriteriapolitik :
            Kelompok elite kekuasaandankelompokdikuasai (massa).
ž  Berdasarkankriteriapekerjaan
ž  Berdasarkankriteriapenghormatan
ž  Berdasarkankriteriabudayasukubangsa :
            Contohnyaygterdapat di Jawaberdasakankepemilikantanah :
            1. Golonganwongbaku
            2. Golongankuligandhok
            3. Golonganmondokemplok
            4. Golonganrangkepan
            5. Golongansinoman
PengaruhStratifikasiSosialdalamKehidupanMasyarakat
ž  Terjadinyahierarkidalamberbagaistruktursosial
            Karenadalammasyarakatterdapatberbagaistruktursosial ,dalamsetiapstrukturpunakhirnyaakanterdapathierarkiatauperjenjangansosial.
ž  Munculnyalambang-lambang status sosial
            Kelompok-kelompokygmenduduki status sosialtertentuseringmenggunakanlambang-lambangtertentuygwarnadanbentuknyatidaksamaantaraygsatudenganyglainnya.
ž  Penindasanolehsegmen-segmenbesardalammasyarakat
            Segolongankelompok orang dalamsuatu strata jikadibandingkandengan orang-orang darikelompok strata lain akanterlihatlebihjelasperbedaan-perbedaandalamsoalhak, penghasilan, pembatasan, dankewajiban.

BAB 3. MANUSIA DAN PERADABAN


1. Pengertian Adab dan Peradaban

                Peradaban berasal dari kata adab yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Lawannya adalah biadab, kasar, kurang ajar dan tak tahu pergaulan. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis.
                Peradaban sebagai suatu perwujudan budaya yang didasarkan pada akal (rasio) semata-mata dengan mengabaikan nurani akan berlainan dengan perwujudan budaya yang didasarkan pada akal, nurani, dan kehendak sebagai kesatuan yang utuh.

2. Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab

                Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas tubuh dan jiwa sebagai suatu kesatuan yang utuh dan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lain. Manusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan kehendak.
Ø  Dengan adanya akal, manusia dapat menilai fakta, peristiwa, atau lingkungan mana yang benar dan mana yang salah.
Ø  Dengan adanya nurani, manusi bisa merasakan atau menilai fakta, peristiwa atau lingkungan yang baik dan indah serta mana yang jelek dan buruk.
Ø  Kehendak berfungsi sebagai alat memutus, menentukan kebutuhan dan sumber kegunaan.

3. Wujud-wujud Peradaban

Ø  Nilai
Menilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai (value).
Ø  Moral
Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral atau susila. Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali dengn sifat-sifat baik, jujur, dan adil.
Ø  Norma
Norma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat, norma diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia.
Ø  Etika
Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa perilaku.
Ø  Estetika
Estetika adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan merupakan bagian dari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan cara membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.


4. Peradaban dan Problematikanya bagi Kehidupan Manusia

1) Kemajuan Media Komunikasi bagi Adab dan Peradaban Manusia
                Manusia memiliki cara dan pola hidup yang berdimensi ganda, dimana manusia memiliki kehidupan yang bersifat material dan spiritual. Manusia dimanapun dia berada dan apapun kedudukannya selalu berpengharapan dan berusaha merasakan nikmatnya kedua jenis kehidupan tersebut.

2) Kemajuan IPTEK bagi Adab dan Peradaban Manusia
                Dengan majunya IPTEK, cara atau pola pikir manusia akan lebih maju atau modern tetapi apabila pola pikir tersebut tidak dibarengi dengan adab atau peradaban yang baik, kemajuan tersebut tidak hanya berdampak positif tetapi lebih cenderung berdampak negatif.

3) Pertumbuhan dan Perkembangan Demografi terhadap Adab dan Peradaban Manusia
                Demografi adalah studi ilmiah yang menyangkut masalah kependudukan, terutama dalam kaitannya dengan jumlah, struktur maupun perkembangannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi demografi yaitu :
Ø  Natalitas (Kelahiran)
Tingginya kelahiran yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kepadatan penduduk suatu negara, sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan banyaknya pengangguran.
Ø  Mortalitas (Kematian)
Tinggi rendahnya tingkat kematian tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk tetapi juga merupakan barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Ø  Migrasi
Migrasi atau perpindahan penduduk dapat menyebabkan tidak meratanya penyebaran jumlah penduduk.
Ø  Mobilitas Sosial